Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa mengonsumsi vitamin setiap hari tidak selalu menghasilkan peningkatan kesehatan yang nyata? Nutrisi yang tepat bukan hanya tentang mengonsumsi lebih banyak suplemen—tetapi tentang memahami bagaimana nutrisi berinteraksi dan menemukan kombinasi yang sempurna untuk memaksimalkan manfaatnya.
"Nutrisi tidak bekerja secara terpisah—mereka menciptakan efek sinergis dengan mendukung fungsi tubuh dan meningkatkan penyerapan satu sama lain," jelas ahli gizi Madalena Vieira Costa. "Sebaliknya, beberapa vitamin dan mineral sebenarnya dapat menghambat penyerapan. Itulah sebabnya multivitamin yang praktis mungkin bukan pilihan terbaik, terutama ketika mengatasi kekurangan nutrisi tertentu."
Sekitar 3% pria dan 8% wanita di Inggris menderita anemia defisiensi zat besi, suatu kondisi yang ditandai dengan kelelahan, pusing, dan sakit kepala akibat produksi sel darah merah yang tidak mencukupi.
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 1980-an menunjukkan bahwa vitamin C mengubah zat besi nabati (zat besi non-heme) menjadi bentuk yang lebih mudah diserap. Studi selanjutnya mengkonfirmasi bahwa vitamin C membentuk kompleks stabil dengan zat besi, mencegah gangguan penyerapan dari polifenol yang ditemukan dalam teh, kopi, dan cokelat hitam.
British Nutrition Foundation memperkirakan bahwa setengah dari wanita dan 20% pria di atas usia 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat kepadatan tulang yang rendah.
Meskipun kita biasanya mendapatkan cukup kalsium dari makanan, vitamin D terutama berasal dari sinar matahari atau suplemen. Di Inggris, sinar matahari menyediakan vitamin D yang cukup dari akhir Maret hingga September, tetapi NHS merekomendasikan suplementasi selama bulan-bulan yang lebih gelap.
Selama musim flu dan pilek, mendukung sistem kekebalan tubuh Anda menjadi sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dan magnesium bekerja sama untuk mengurangi peradangan, mendukung produksi sel kekebalan tubuh, dan mengelola stres.
Namun, dia memperingatkan: "Magnesium dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan memiliki banyak kontraindikasi yang seringkali lebih besar daripada manfaat suplemen. Selalu konsultasikan dengan dokter umum atau apoteker Anda sebelum menambahkan suplemen baru."
Asam lemak omega-3 dari ikan dan biji rami telah lama dikaitkan dengan manfaat kardiovaskular. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa mereka mengurangi trigliserida darah—lemak yang terkait dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.
Untuk kombinasi yang mudah, Madalena merekomendasikan suplemen minyak hati ikan kod yang mengandung omega-3 dan vitamin D—selalu periksa labelnya terlebih dahulu.
Untuk perlindungan tulang, vitamin K2 dan D bekerja secara sinergis untuk memastikan kalsium diserap secara efektif.
Kombinasi yang ampuh ini tidak terbatas pada suplemen. Misalnya, memasangkan jus jeruk dengan steak atau sup kacang meningkatkan penyerapan zat besi, secara bertahap meningkatkan kadar zat besi.
Sebelum menjelajahi kombinasi nutrisi, ingatlah bahwa suplemen hanya boleh melengkapi—bukan menggantikan—pola makan yang sehat. Sementara makanan utuh harus selalu menjadi sumber nutrisi utama Anda, suplemen dapat membantu menjembatani kesenjangan nutrisi selama periode sibuk ketika mempertahankan pola makan yang sempurna terbukti menantang.